Tips Desain Eksterior Rumah Bagi Hunian Sehat

Selain rutin berolahraga dan pola makan sehat, ternyata pola hidup sehat juga bisa dilakukan dengan memilih desain eksterior yang tepat. Desain eksterior rumah juga bisa menjadi penunjang kesehatan para penghuninya lho!

Bicara hunian sehat, ada banyak sekali elemen yang harus kamu perhatikan. Terlebih, Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan kondisi tingkat kelembapan yang tinggi sehingga kamu harus memaksimalkan potensi lingkungan dan eksterior rumah agar selalu nyaman dan tidak memengaruhi kesehatan.

Berikut ini, Kania akan membagikan elemen-elemen penting pada desain eksterior yang bisa kamu optimalkan demi menciptakan rumah sehat.

Jumlah Bukaan Memadai untuk Kelancaran Sirkulasi Udara

Jendela merupakan elemen eksterior penting karena berperan sebagai jalur keluar udara kotor dari rumah yang digantikan dengan masuknya udara bersih ke dalam rumah. Dalam merancang hunian, idealnya setiap ruangan seperti ruang tamu, dapur, hingga kamar tidur dilengkapi dengan jendela supaya sirkulasi udara berjalan lancar.

Mengingat banyak sekali jenis penyakit yang ditularkan secara mudah lewat udara, tentunya ketersediaan jumlah jendela yang memadai pada eksterior rumah bisa menghindarkan penghuni rumah terserang dari penyakit. Jangan lupa, usahakan juga untuk merancang jendela rumah agar terkena cahaya matahari secara langsung.

Optimalkan Sirkulasi dengan Roster yang Menawan

Supaya sirkulasi udara dan cahaya lebih optimal, kamu bisa memasang lubang angin atau roster pada bagian eksterior rumah, seperti pada fasad ataupun pagar. Tak sekadar berperan sebagai dekorasi yang estetik, roster pada eksterior dapat membuat hunian terhindar dari lembap dan pengap.

Agar tampilan eksterior hunianmu tampil menawan, kamu bisa memilih roster dengan bentuk yang disesuaikan menurut konsep eksterior yang ingin kamu tonjolkan. Bahkan, dinding roster pun tersedia dari berbagai material yang bisa kamu pilih sesuai selera dan anggaran, mulai dari roster beton, batako, tanah liat, keramik, kayu, hingga GRC.

Penggunaan Plafon dengan Tinggi Ideal

Selain jumlah bukaan yang memadai, plafon juga harus dirancang secara cermat karena memengaruhi penyebaran udara. Idealnya, plafon pada bagian eksterior rumah dibuat tinggi agar sirkulasi udara bisa tersebar secara optimal. Selain itu, plafon yang tinggi pun dapat menghambat panas dari sinar matahari sehingga rumah tetap sejuk dan nyaman.

Penggunaan Material Ramah Lingkungan

Tak hanya pada bagian eksterior, penggunaan material ramah lingkungan berlaku pada semua elemen rumah. Nah, ada banyak sekali variasi material ramah lingkungan yang bisa kamu aplikasikan pada eksterior rumah, seperti kayu ataupun batu bata yang efektif menahan panas matahari sehingga meminimalisir penggunaan AC.

Sementara pada bagian eksterior lain seperti atap, hindari penggunaan material asbes yang berpotensi menimbulkan masalah penyakit dan menggantinya dengan atap eksterior ramah lingkungan dengan formulasi baja ringan yang jauh lebih kukuh dan aman terhadap lingkungan.

Rumah Nyaman dengan Area Hijau

Selain membuat tampilan eksterior rumah tampak sejuk, keberadaan tanaman dapat memberikan kesegaran bagi penghuni rumah. Terdapat banyak sekali variasi tanaman hijau tropis yang bisa kamu rawat pada bagian eksterior rumah, mulai dari cemara kipas, morning glory, tanduk rusa, hingga tanaman bunga seperti kamboja dan kembang sepatu.

Jika area eksterior hunianmu sempit, kamu juga bisa membuat taman vertikal pada dinding, serta menyimpan pot mini berisi kaktus yang selain cantik juga berperan sebagai pengusir bakteri alami. Namun, apapun jenis tanaman yang kamu tempatkan di eksterior rumah, pastikan kamu merawatnya secara rutin!

Elemen eksterior rumah di atas sangat penting untuk diaplikasikan karena dapat menunjang pola hidup sehat bagi semua penghuni rumah. Yuk, ciptakan hunian sehat sekarang juga